Kasus Penipuan Umroh Kembali Terjadi. Kali Ini di Banyuwangi

kasus penipuan umroh banyuwangi GoBaitullah.com - Kasus dugaan penipuan travel umroh kembali terjadi di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Modus yang digunakan yakni menawarkan paket umroh murah melalui media sosial dan jaringan agen dengan iming-iming harga terjangkau. Akibatnya, belasan calon jamaah gagal berangkat ke Tanah Suci meski telah menyetorkan uang hingga ratusan juta rupiah.

Polresta Banyuwangi mengungkap, biro travel bernama PT Sahabat Zivana Haramain diduga menjalankan operasional tanpa izin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Travel tersebut menawarkan paket umroh dengan tarif sekitar Rp23 juta hingga Rp27 juta per jamaah untuk menarik minat masyarakat.

Salah satu korban mengaku awalnya percaya karena diperlihatkan dokumentasi keberangkatan jamaah sebelumnya serta mendapat rekomendasi dari kerabat. Korban kemudian mendaftarkan empat anggota keluarganya dan telah membayar sekitar Rp94 juta. Namun, setelah pelunasan dilakukan, keberangkatan yang dijanjikan tidak pernah terealisasi dan terus mengalami penundaan dengan berbagai alasan.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi mencatat terdapat sedikitnya 11 korban dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp400 juta hingga Rp500 juta. Bahkan, ada jamaah yang sempat diberangkatkan namun terlantar di Arab Saudi karena tidak mendapatkan fasilitas penginapan maupun konsumsi yang layak.

Hingga tulisan ini diterbikan pihak kepolisian telah menetapkan dua tersangka, yaitu pemilih biro travel PT Sahabat Zivana Haramain dan yang berperan mencari jamaah (marketing/ agen freelance). Keduanya dijerat dengan pasal terkait penyelenggaraan ibadah umroh tanpa izin serta dugaan tindak pidana penipuan.

Belajar dari kasus ini dan beberapa kasusu serupa lainnya masyarakat diimbau untuk tidak mudah tergiur dengan tawaran program umroh murah yang banyak beredar di media sosial. Calon jamaah sebaiknya memastikan travel memiliki izin resmi dari Kementerian Agama, memeriksa rekam jejak perusahaan, serta memastikan jadwal keberangkatan dan tiket penerbangan benar-benar jelas sebelum melakukan pembayaran.

Sumber: https://rri.co.id/

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama